Sahabat Anda = Masa Depan Anda

 Sahabat sekalian dalam hidup ini pastilah kita membutuhkan teman, dan mempunyai banyak teman ialah yang sangat menyenangkan. Bahkan ada sebuah survey yang dilakukan terhadap remaja usia sekolah di Indonesia, dan menunjukkan bahwa 80% remaja bersemangat ke sekolah bukan karena pelajaran, guru atau suasana sekolah, tapi karena mereka mempunyai banyak teman dan sahabat. Maka sangat penting bagi kita untuk mempunyai banyak teman. Caranya dengan kita ramah pada setiap orang, membantu teman bila dibutuhkan dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi.

Dalam Islam Rasulullah pernah mengingatkan panduan dalam memilih teman, yaitu “agama Anda tergantung kawan Anda, maka perhatikanlah siapa kawan Anda” dan ini benar adanya, jika kita melihat betapa banyak lulusan pesantren yang ia begitu shalih saat di asrama tapi saat sudah keluar asrama mereka tidak ada bedanya dengan orang yang tidak ikut pesantren, mereka sudah terbawa arus pertemanan yang negatif. Dan Rasulullah juga mengingatkan bahwa bila kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wangi nya, bila kita bergaul dengan tukang besi, maka kita kan terkena bau hangus besinya. Yang repot bila kita bergaul dengan tukang sedot WC maka kita akan kebauan??? Hehehe hanya bercanda sahabat sekalian. Maka siapa berteman dengan orang yang rajin maka ia akan ketularan rajinnya, siapa berteman dengan orang malas maka ia akan menjadi malas juga.

Hal ini dirasakan sendiri oleh penulis, saat penulis berada di kelas satu pada saat bersekolah di SMP Negeri di sebuah kota kecil di Lampung yaitu Metro. Dimana saat kelas satu teman-teman yang penulis punya tidak ada yang mempunyai semangat belajar yang tinggi, alhasil rapot cawu satu penulis ada dua angka merahnya dan “hebatnya” angka merahnya bukan lima sahabat, tapi empat, dua angka empat “menghiasi” rapot penulis saat itu dan ini berlangsung sampai kelas 2 SMP. Dan sebuah keajaiban terjadi saat pembagian rapot di kelas 2 untuk naik kelas 3.dimana tanpa di sangka dengan nilai yang seadanya penulis mendapatkan ranking ke enam di kelas 2. Dan pada waktu itu ada kebijakan sekolah bahwa, siapa yang berada pada peringkat delapan besar berhak masuk kelas unggulan di kelas tiga nya. Baca Lanjutannya…

Q-net.. MLMkah Qnet?

Q-net adalah sebuah perusahaan berbasis nnetworking, yang bergerak di bidang bisnis jaringan dengan mengandalkan sebuah produk-produk unggulanya. namun banyak orang orang indonesia terutama kalangan MENENGAH KEBAWAH., selalu menyimpulkan bahwa Q-net adalah perusahaan MLM, tapi kenyataanya bukan. coba anda cermati kalo MLM itu diwajibkan belanja dan tutup poin, namun disini tidak ada, dan banyak lagi perbedaanya yang sangat mencolok.

Anda bisa bayangkan betapa hebat dan besarnya sebuah perusahaan ini yang kian hari kian berkembanng di seluruh jagat raya alam semesta ini, karena sudah tersebar di 220 Negara, bahkan sudah banyak memberikan angin positif bagi para pemburu dollar atau bisnis yang sangat luar biasa, Karena bisnis ini sebenarnya bukan untuk kalangan mengah keatas, namun untuk semua kalangan yang mampu dan serius menggeluti usaha ini. dengan tidak menutup kemungkinan bahwa anda dapat meraih kesuksesan hanya dalam hitungan minggu, bulan dan tahun saja, sebab bisnis luar biasa ini di design dengan kontrak 360 tahun, dalam arti anda bisa mewariskanya hingga anak cucu anda dikemudian hari, sehingga tidak akan merasa rugi jika anda bergabung sekarang. dan disini tidak ada kalimat yang menyatakan “SIAPA YANG GABUNG LEBIH AWAL DIA AKAN SUKSES LEBIH AWAL, DAN YANG TERAKHIR AKAN JADI MANGSA NYA” itu semua hal yang sangat bodoh dan sangat bodoh sekali, karena dunia ini kan tidak selebar daun kelor, dan manusia pertumbuhanya kian berkembang dan masih banyak yang hamil dan melahirkan. Apa anda masih berfikiran seperti itu???? okeeee… dibawah ini akan saya jelaskan sedikit tentang cara bergabung disini. Baca Lanjutannya…

KISAH POHON APEL.

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar.Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya.

Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut. Masa berlalu… anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih.

“Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu.

” Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau,” jawab remaja itu.

” Aku mau permainan. Aku perlu uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada yang sedih.

Lalu pohon apel itu berkata, “Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan.”

Baca Lanjutannya…

kisah selembar bulu mata…

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, mensia-siakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah.

“Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.”

“Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa,” jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah,

“Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu.”

“Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.

Tiba-tiba mata angkat bicara, “Saya yang memandangi.”

Disusuli oleh telinga, “Saya yang mendengarkan. “

Hidung pun tidak ketinggalan, “Saya yang mencium.”

Bibir mengaku, “Saya yang merayu.”

Lidah menambah, “Saya yang mengisap.”

Tangan meneruskan, “Saya yang meraba dan meremas.”

Kaki menyusul, “Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”

“Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu”, ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dimasukkan ke dalam jahanam. Padahal rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: Baca Lanjutannya…

anak itu akan…

Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta
Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri
Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Jendela Rumah Sakit

Dua orang yang mempunyai penyakit serius menempati kamar yang sama di rumah sakit.

Pasien yang satu, setiap siang hari dibolehkan duduk selama satu jam supaya cairan yang ada di paru-parunya cepat hilang dan tempat tidurnya terletak di sebelah jendela satu-satunya di kamar itu.Sedang Pasien yang satunya lagi hanya dapat berbaring di atas punggungnya setiap hari.

Kedua orang ini berbicara tentang istri, keluarga, rumah tangga, pekerjaan dan keterlibatan mereka dalam tugas-tugas militer.

Setiap siang, ketika pasien yang dekat jendela duduk, ia menghabiskan waktunya bercerita kepada teman sekamarnya tentang semua yang ia lihat dari balik jendela.

Teman sekamarnya selama satu jam hidup dalam dunia yang lebih luas. Kegiatan dan warna dunia luar membuatnya lebih bergairah hidup.

Jendela itu menghadap ke taman yang di dalamnya ada telaga yang indah.
Angsa dan itik bermainan di atas air sementara anak-anak melayarkan kapal-kapal mainannya. Sepasang kekasih jalan bergandeng tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni seperti pelangi.
Pohon tua yang besar menambah indahnya pemandangan.
Garis bayangan kota terlihat di kejauhan. Setiap kali pasien yang di dekat jendela menjelaskan semuanya secara indah dan rinci, teman sekamarnya memejamkan mata membayangkan pemandangan itu.

Suatu siang yang hangat, pasien yang di dekat jendela menceritakan parade yang lewat.
Meskipun teman sekamarnya sama sekali tidak mendengar suara drum band, tapi ia dapat melihat parade itu dalam pikirannya karena temannya menggambarkannya dengan jelas. Baca Lanjutannya…

kisah segelas susu,,…

Suatu hari, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar tapi hanya mempunyai uang satu sen. Ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya, namun segera kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik telah membukakan pintu. Sebagai gantinya ia minta air.Gadis itu melihat bahwa si anak kecil tampak kelaparan, ia lalu membawakannya segelas besar susu. Anak itu pun meminumnya perlahan-lahan.

“Berapa harus kubayar segelas susu ini?” kata anak itu.

“Kau tidak harus membayar apa-apa,” jawab si gadis. “Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang kulakukan.”

“Bila demikian, ku ucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku.”

Howard Kelly lalu meninggalkan rumah itu.
Ia tidak saja lebih kuat badannya, tapi keyakinannya kepada Alloh dan kepercayaannya kepada sesama manusia menjadi semakin mantap. Sebelumnya ia telah merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.

Beberapa tahun kemudian gadis itu menderita sakit parah. Baca Lanjutannya…

SAHABAT YANG KEKAL….

Ada gula, ada semut. Pribahasa ini tampak begitu nyata dalam kehidupan orang – orang yang di tinggalkan teman- temannya pada saat mengalami kegagalan. Kenyataan membuktikan bahwa lebih mudah mendapatkan teman pada saat segala sesuatunya berjalan dengan baik, sukses, dan gemilang. Tetapi di saat – saat yang suli; dalam kebangkrutan, kegagalan dan penderitaan, mereka berpaling pergi. Teman sejati adalah mereka yang tidak meninggalkan temannya sekalipun dalam duka dan keadaan sulit.

Melebihi seorang teman sejati di dunia, Tuhan adalah sahabat sejati bagi kita. dia tak pernah meninggalkan kita dalam situasi seburuk apapun.. Saat dunia mencampakkan orang yang gagal, Dia justru Baca Lanjutannya…

KEPADA ANAKKU YANG DURHAKA….

Anakku yang tercinta, ibu sangat menyayangkan kalau surat ini menjadi sarana komunikasi antara kita, akan tetapi dialah satu-satunya cara yang tersisa padaku, yang memungkinkan bagiku untuk memberitahukanmu tentang hal-hal yang harus kamu dengar dariku sebelum ibu meninggalkan kefanaan ini. Ibu, semenjak kamu menipu dan membuat ibu masuk ke tempat (rumah sakit) ini, walaupun ibu tidak menginginkannya .. ibu tidak melihatmu kecuali sedikit sekali, oleh karena itu sekarang ibu ingin berbicara dan kamu akan mendengarkannya tanpa bisa memotong perkataan ibu.

Anakku tercinta … ketika surat ini sampai kepadamu berarti ibu telah meninggalkan kehidupan ini, dan mungkin saja kamu tidak akan membaca suratku ini selama-lamanya, oleh karena itu ibu merasa merasa perlu menyebar-luaskannya sehingga orang selainmu ikut membacanya, dengan demikian setiap anak yang durhaka adalah anakku …

Wahai anakku, Baca Lanjutannya…

Jadilah Seperti Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, Baca Lanjutannya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.