OPERASI JIWA

Al Qur’an al karim menyebutkan bahwa, di antara manusia terdapat orang-orang yang sedang mengidap penyakit. Hal ini dapat di lihat dalam surat al baqoroh : 10

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta”.

Dan Allah Azza wajalla dengan kemurahannya telah menyediakan obat bagi mereka yang sakit , agar mereka sembuh dan mampu mencapai tujuan nya tanpa ada halangan, perhatikan bagaimana Allah menyediakan obat bagi umat manusia, dalam surat al-Isro’ : 82

“ Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian “ .

Pada kenyataannya penyakit manusia dapat di bedakan menjadi dua, Yaitu : penyakit jasamani dan penyakit rohani. Keduanya harus di sembuhkan karna jikalau badan sakit jiwapun akan terpengaruh olehnya, perhatikan perkataan bijak di bawah ini;

“ Jiwa mempengaruhi badan, dan badanpun mempengaruhi jiwa. Namun jiwa mengerjakan tugasnya sendiri demikian juga badan” (Manusia seutuhnya bab 1, cacat fisik dan mental manusia Hal :19)

Dan perkataan yang lain mengatakan;

Akal sehat terdapat pada jasad (tubuh) yang sehat

Jelas kiranya bahwa penyakit jiwa dan jasad adalah dua hal yang harus di perhatikan, karna keduanya saling mempengaruhi. Namun menjadi satu kebaikan tersendiri jikalau setiap orang mengetahui tingkatan penyakit-penyakit manusia, hingga akan terjadi satu konsentrasi penuh untuk mendahulukan yang paling berbahaya dari penyakit itu untuk segera di sembuhkan, Imam ali as berkata ;

“ Kemiskinan adalah musibah berat, yang lebih berat dari kemiskinan adalah penyakit badan, dan lebih berat dari penyakit badan adalah penyakit hati .(Nahjul balaghoh : hikmah 388)

Berangkat dari ungkapan imam ali as di atas kita akan menyadari bahwa penyakit hati (penyakit jiwa), menempati peringkat pertama dalam kategori penyakit kronis manusia, hingga jikalau manusia merelakan jutaan rupiah untuk kesembuhan badan, dan pemerintah bersusah payah untuk mengentas kemiskinan, maka rasio sehat mengajak semua orang untuk memberikan porsi lebih dalam perhatiannya terhadap penyakit hati (jiwa) diatas perhatiannya kepada penyakit jasad dan juga finansial (kemiskinan).

Lantas apa penyakit hati itu ? Pertanyaan umum yang lumrah untuk di utarakan. Banyak hal yang merupakan penyakit hati seperti yang sering terniyang di ingatan kita adalah ; Sombong, riya’ , hasud, dengki, kikir, dll. Namun bisa di ambil kesimpulan bahwasanya penyakit hati merupakan segala sifat yang bertentangan dengan akal sehat dan juga fitroh (format khusus yang telah di ciptakan tuhan pada setiap jiwa manusia. Seperti contoh; mencuri itu buruk. Mengambil hak orang lain buruk, dll. Kesimpulan-kesimpulan dalam contoh tersebut muncul dari dalam diri manusia dan itulah fitroh. Semua orang akan menerima contoh tersebut kecuali mereka yang sedang mati atau terselubung fitrahnya).

Kini, setiap orang perlu menyadari bahwa penyakit hati akan merubah cara berfikir manusia sampai 180 derajat . Kalau orang sehat hidup lebih baik dari pada kematian. Beda hal nya dengan orang yang hasud, iri, dengki. Mereka lebih suka mati dari pada harus hidup melihat orang lain mengunggulinya. Lihat kisah seorang majikan dan budaknya di masa pemerintahan salah satu kholifah.

Al kisah saat itu ada seorang kaya yang membeli budak. Ia memperlakukan budak itu dengan baik, ia memberinya makan seperti yang ia makan, iapun membelikan untuknya pakaian-pakaian yang mahal, ia memenuhi seluruh kebutuhan si budak persis seperti dirinya memenuhi kebutuhan anaknya sendiri. Namun ada yang aneh dari sang majikan, ia lebih sering terlihat termenung seakan adalah masalah yang di sembunyikan.

Pada suatu hari sang majikan memanggilnya dan berkata, “ Aku rela memerdekakan dirimu, dan memberimu sekian banyak uang, asalkan dirimu bersedia memenuhi permintaanku, setelah itu engkau bebas pergi meninggalkanku selamanya” . Sang majikan bertanya ; apakah engkau mau memenuhi permintaanku? Sang budak menjawab ; Apapun yang tuan perintahkan akan saya kerjaan, karna daku telah banyak berhutang budi kepada-mu”

Sang majikan meminta sang budak bersumpah dan budak itupun bersumpah. Akhirnya iapun mengutarakan permintaannya, ia berkata ; Pada suatu malam aku akan membangunkanmu, dan aku minta engkau memotong leherku di tempat yang telah aku rencanakan.

Dengan terkejut, sang budak berkata ; Bagaimana aku akan melakukan hal itu ? sang majikan marah dan menuntut sumpahnya untuk mau memenuhi perintah sang majikan. Akhirnya pada suatu malam sang majikan membangunkan budaknya dan mengajaknya naik ke atas atap salah satu tetangganya, kemudian sang majikan memberikan sekantong uang yang banyak kepada budaknya untuk di bawa nya kemanapun ia berkehendak .

Sebelum memenuhi janjinya budak itu bertanya : Menagapa ini semua tuan lakukan? Majikan itu menjawab ;” Sejak dulu aku ingin menyainginya, namun justru ia selalu lebih unggul atas diriku, Aku terbakar oleh rasa iri, dan dengki kepadanya.Dengan terbunuhnya aku di atas atap rumahnya ia akan di seret ke pengadilan dengan tuduhan pembunuhan atas diriku. Sang budak kemudian berkata ; Baiklah, kau memang orang dungu kenapa tidak segera ku lakukan? Kau memang pantas mati dengan cara ini.

Kisah ini menjadi bukti akan bahaya penyakit jiwa / hati bagi seseorang. Oleh karnanya tuhan dengan tegas memuji orang yang mensucikan jiwanya dari penyakit hati, Allah berfirman dalam surat asy-syams : 9-10

“ Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu(9) Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (10) “.

2 thoughts on “OPERASI JIWA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s