aneh, TAPI wajar

Ada yang menarik sekaligus mengganjal dalam hati saya, ketika melihat fenomena hubungan antara remaja putra dan remaja putri. Suatu hal yang amat biasa ketika kita membahasa soal pacaran. Apa baik buruknya, apa dampaknya, dan masalah-masalah lain, itu semua sudah sering kali kita dengar. Juga sudah menjadi hal yang biasa ketika kita mendengar prpacaranoblema remaja yang di motori oleh dekadensi moral. Mulai dari seks bebas, narkoba, tawuran, dan lain-lain. Itu semua adalah sarapan bagi telinga kita setiap hari. Biasa pula ketika kita membahas masalah perkawinan muda, baik buruknya, pro kontranya, dsb. Semua itu adalah hal yang lumrah dan wajar menurut budaya dan zaman.

Tapi kali ini berbeda, ada satu fenomena lain yang kutemukan. Fenomena ini sering sekali terjadi, akan tetapi kita tak pernah sadar akan ke-aneh-annya. Fenomena ini mungkin sudah biasa kita dengar, tapi tak pernah kita renungkan. Bayangkan saja, seorang yang ingin berpacaran, akan mencari pujaan hatinya tanpa terlalu memandang sifat baiknya, sifat ramahnya, dan sifat-sifat yang dia sukai. Ketika dia merasa cocok saat pandangan pertama, dia akan secara spontan berkeinginan untuk menjadikan wanita yang ia lihat sebagai “kekasih sementaranya”. Tapi lain ketika si lelaki ingin menikah. Dia akan sangat hati-hati dalam memilih calon istri, bukan hanya berdasarkan pada pandangan pertama. Dia akan memeriksa keturunannya, sifatnya, karakternya, dan banyak lagi yang akan dia periksa sebelum mencoba meminang si wanita. Sebenarnya ini adalah hal biasa dalam situasi zaman ini. Tapi perbedaan antara ingin berpacaran dan ingin menikah sangatlah besar sehingga mempunyai arti yang perlu kita pikirkan bersama.

Coba pikirkan perbedaan itu. Saat lelaki ingin berpacaran, dia tak begitu memilih dan memilah seseorang yang akan dia jadikan kekasih sementara. Hal ini membuktikan bahwa yang namanya pacaran itu murni “main-main”. Kedua, hal itu juga membuktikan bahwa pacaran hanya untuk “memuaskan nafsu”. Ketiga, pemilihan pasangan tanpa memeriksa terlebih dahulu bibit, bebet, dan bobotnya membuktikan bahwa pacaran adalah sudah pasti mengganggu aktifitas. Keempat, hal tersebut jelas mengurangi waktu kita untuk hal “sia-sia”. Kelima, juga membuktikan bahwa wanita zaman sekarang sangatlah murah sehingga mudah untuk “disewa menjadi kekasih sementara”.

Jauh berbeda, saat kita melihat seseorang yang ingin menikah. Dia akan mencari yang bibit, bebet dan bobotnya jelas dan unggul. Bahkan ada sebagian lelaki yang mencari seorang wanita yang tidak pernah pacaran, karena bagi mereka, wanita yang hobi ganti-ganti pacar adalah wanita sewaan lelaki hidung belang untuk “sementara”. Apa bedanya mereka dengan pelacur? Bedanya hanya mereka tidak diberi bayaran secara perjanjian, walaupun biasanya si perempuan banyak menuntut “beli ini, beli itu”.

Akan tetapi kita tak boleh sepenuhnya menyalahkan wanita. Si lelaki pun terkadang terlalu kelewatan. Dia mencari wanita yang “genah”, akan tetapi dirinya sendiri adalah mereka yang biasa “menyewa” perempuan untuk dijadikan pasangan “sementaranya”. Alhasil, jadilah seorang yang hanya mencari yang “pasti” bukan “sementara”. Jangan hanya “menyewa” dan “merusak” anak orang, tapi pilihlah seorang wanita untuk menjadi teman sampai akhir hayat.

11 thoughts on “aneh, TAPI wajar”

  1. SEKARANG COBA LIHAT, KITA DISINI SENANG BISA MAKAN DAN MINUM ( MAMI ) SEENAK NYA. COBA KITA LIHAT SEBERAPA RASA SYUKUR KITA KEPADA ALLAH ?
    COBA ANDA FIKIRKAN ?
    RAKYAT PALESTINA MENDERITA, KARNA ISRAEL TERKUTUK.
    RAKYAT PALESTINA BIAR PUN SAKIT. MEREKA TIDAK PERNAH LUPA
    KEPADA ALLAH. COBA LAH KALIAN RENUNGI.

    FUCK YOU ISRAEL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s