Rintihan malam seorang pecinta

Malam ini…. Aku sendiri, sepiii….. hanya ditemani seonggok alat yang hampir rusak, itu pun tak menambah sepi ini terobati.

Aku bingung…. Apa yang harus kulakukan sementara aku tak ingin melakukan apapun. Saat ini aku hanya ingin meneteskan tetesan-tetesan kesumpekan demi mencari semerbak wangi kebahagiaan.

Tapi aku tak pantas untuk itu, aku seorang lelaki, aku bukan anak kecil.

Tapi tak ada salahnya, untuk apa Allah kekasihku menciptakan air mata kalau tidak untuk ditumpahkan.

Sulit…. Sulit sekali untuk membuang air kegelisahan ini, apakah aku harus melukai nikmat mata untuk memaksanya membuang air itu?          Tidaaakkkk………… Aku tak mau membuatnya tersakiti, tapi kenapa air ini tetap tak mau keluar dari kelopak mataku yang tersiksa ini????

Biarlah, terserah…… aku hanya ingin berbincang dengan kekasihku yang azali. Aku hanya ingin merasakan nikmatnya ngobrol dengan kekasih yang ada disetiap nafasku tapi aku tak merasakannya.

Ini semua gara-gara si debu. Yang membuat buram kacamataku, yang menghalangiku untuk melihat kekasih yang ada didepanku.

Ini semua gara-gara noda di bajuku, yang membuat kekasihku merasa jijik sehingga tak mau menemuiku.

Ini semua gara-gara jerawat, yang membuat kekasihku lari karena wajahku yang buruk.

Ini semua karena keringat, yang membuat kekasihku kabur karena bau yang tak sedap.

Ini semua karena dosa, yang membuat kekasihku enggan untuk menampakkan diri didepanku.

Wahai kekasih…… maafkan aku…. Ampuni aku….. apa arti hidupku tanpa kehadiran-Mu di hatiku….

Apa arti hidup tanpa menghirup wangi rahmat-Mu

Apa arti hidup tanpa memeluk tubuh ampunan-Mu

Aku sudah tak bisa berkata lagi…. Aku hanya akan menangis malam ini….. aku hanya akan menjerit malam ini…. Aku hanya akan merintih malam ini….

Aku malam ini hanya berharap Eangkau datang untuk menjemputku, menjamuku, dan memmaafkanku….  Maafkan aku duhai Kekasihku, lihatlah aku wahai kekasihku Tuhanku…..

13 thoughts on “Rintihan malam seorang pecinta”

  1. Hmmm…tulisan yang bagus…aku suka.

    ga ada salahnya kan kita menangis? karna memang hanya Tuhan tempat kita mengadu. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita walau kita terus-menerus meminta. Dia tidak akan menganggap kita cengeng walau kita terus menerus menangis.

    nice to know u…

  2. menangizlah bila harus menangiz ( inget lagunya dewa he he he )
    Tuhan tidak menjauh atau merasa seperti yang diperkirakan , hanya Kita yang memikirkan IA menjauh.

    IA sesalu dekat dan selalu menuntun langkah kita, pada saat mengintaNya dan menyebutnya hatimu berdesir dan merinding itu tanda DIA tidak pernah jauh dari dalam hatimu.

  3. salam alaikum…. desain blog ini bagus. afwan, sy bukan orang IT, jd tidak begitu faham ttg blog. sy bikin blog, otodidak ajjah. sekian komentar.

  4. Insya Allah…orang yang suka menangis terutama akan dosa akan dijauhkan dari api neraka.
    Wah…situsnya meriah banget nih. Saya suka desainnya. Pengen neh.Tapi jangan terlalu mencolok. Ntar bisa-bisa lain tafsiran orang yang membacanya. Btw Two Thumbs up…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s