MENGEJAR KEBAHAGIAAN…..!!!

Suatu hari, seorang pemuda duduk di tepian telaga, Ia tampak termenung, tatapan matanya kosong, menatap hamparan air didepannya.

Seluruh penjuru mata angin telah dilewatinya, namun tak satupun titik yang membuatnya puas.  Kekosongan makin senyap, sampai  terdengar  suara menyapanya.  Ada orang lain disana.

“Sedang apa kau di sini anak muda?”  Tanya seseorang.  Rupanya seorang kakek tua.  “Apa yang kaurisaukan?”  Anak muda itu menoleh ke samping,  “Aku lelah, Pak Tua.  Telah berkilo-kometer jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku.  Kemanakah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?”

Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian.  Dipandangnya wajah lelah didepannya.  Lalu ia mulai bicara, “Didepan sana, ada sebuah taman.  JIka kau ingin jawaban atas pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu untukku.  Mereka berpandangan.  “Ya, tangkaplah seekor kupu-kupu untukku dengan tanganmu,”  sang kakek mengulang kalimatnya lagi.

Pelahan pemuda itu bangkit.  Kemudian, ia melangkahkan kaki menuju taman.  Tak berapa lama, di jumpainya taman itu.  Taman yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran.  Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana.

Sang Kakek melihat dari  kejauhan, memerhatikan tingkah laku pemuda yang sedang gelisah itu.
Anak muda itu mulai bergerak.  Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran.  Pelahan, namun, Hap! Sasaran itu luput.  Dikejarnya kupu-kupu itu kea rah lain.  Ia tak mau kehilangan buruannya.  Namun lagi-lagi, Hap! Ia gagal lagi.

Ia mulai berlari tak beraturan, diterjangnnya sana sini.  Ditabraknya rerumputuan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu.  Diterobosnya semak dan perdu disana, gerakannya semakin liar .  Adegan itu terus berlangsung, namun belum satu kupu-kupu pun yang berhasil ditangkap.  Sang pemuda mulai kelelahan, napasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat.

Sampai  akhirnya terdengar teriakan, “Hentikan dulu anak muda, istirahatlah.”  Tampak sang kakek berjalan pelahan.  Tetapi lihatlah, sekumpulan kupu-kupu beterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu.  Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh yang renta itu.

“Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kaurusak?”  Sang kakek menatap pemuda itu.  “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu.  Semakin kau terjang, semakin ia menghindar.  Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.

Sebaliknya, tangkaplah kupu-kupu itu didalam hatimu.  Karena kebagaiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kausimpan.  Carilah kebagaiaan itu dalam hatimu.  Telusuri rasa itu dalam kalbumu.  Ia takan akan lari kemana-mana.  Bahkan, tanpa kausadari, kebahagiaan itu sering datang sendiri.”
Kakek tua itu mengangkat tangannya.

Hap! Tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.  Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun pelahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati.  Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Mencari kebahagiaan seperti layaknya menangkap kupu-kupu.  Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari.  Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana sini untuk mendapatkannya.

Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, keseluruh penjuru arah.  Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.
Namun, kita harus belajar.

Kita harus belajar bahwa kebahagiaan tak bisa didapat dengan cara-cara seperti itu.  Kita belajar bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang dapat digenggam atau benda yang dapat disimpan.  Kebahagiaan adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma udara itu.

Kita belajar bahwa kebahagiaan itu memang ada di hati.  Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu pergi dari kita.  Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu menjauh.

Coba temukan kebahagiaan itu di dalam hatimu.  Biarkanlah rasa itu menetap dan abadi  dalam hati kita.  Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan.  Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita.

Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi, dan dalam riuh.  Temukanlah kebahagiaan itu, pelahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.

Kebahagiaan itu ada dimana-mana.  Rasa itu ada disekitar kita.  Bahkan mungkin, kebahagiaan itu “hinggap” dihati kita, namun kita tak pernah memedulikannya.

Mungkin juga, kebahagiaan itu beterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu tidak acuh untuk menikmatinya.
Ternyata, kebahagiaan itu disimpan di dalam hati manusia.  Di dalam hati yang bersih.
Selamat meraih kebahagiaan!

14 thoughts on “MENGEJAR KEBAHAGIAAN…..!!!”

  1. “Karena kebagaiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kausimpan. Carilah kebagaiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia takan akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kausadari, kebahagiaan itu sering datang sendiri” that is my fav word…really.

    Kita selalu mencari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu dibuat oleh hati kita sendiri…

  2. ajib, kupu2 kebahagiaan. sungguh metafor yg paling pas utkpencarian makna kebahagiaan.tulis lagi yg kayak gini ya, ana tunggu.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s