apakah anda ingin selamat? ini solusinya…

Alam telah menampakkan tanda-tanda kehancurannya, bencana-bencana terjadi silih berganti, kerusakan alam semakin menjadi-jadi, mulai dari buminya hingga penghuninya. Bumi telah semakin rusak disebabkan ulah tangan manusia sendiri, dan penghuninya pun semakin rusak fisiknya dengan segala racun yang lezat yang setiap hari mereka konsumsi, bukan hanya itu, sang penghuni bumi semakin rusak pula moral, pemikiran, mental, akal dan ruh mereka, semua itu disebabkan oleh manusia itu sendiri. Di lain hal, agama dibuang, nafsu diumbar, hal yang wajib dianggap tabu dan hal yang tabu dianggap wajar, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal, agama memerintahkan tetapi masyarakat menolak, agama melarang masyarakat melakukan. Dunia telah berbalik 180⁰, semua telah berubah dan semua telah dilanggar. Akan tetapi akankah kita kaum muslimin akan ikut terbawa arus mayoritas? Bukankah kita telah mempunyai system dan aturan terbaik di alam mini? Bukankah kita punya islam yang memberikan kewajiban dan hak kepada pemiliknya? Lalu kenapa muslimin harus terseret arus mayoritas yang sesat ini?

Dari semua perubahan dan penyelewengan yang terjadi di alam ini, saya ingin mengangkat suatu tema yang sangat menarik. Tema ini berubah seiring berjalannya waktu. Tema ini adalah menyangkut masalah “kawin muda” dikalangan masyarakat islam. Dunia telah merubah segalanya, dahulu kawin muda adalah suatu hal yang wajar bahkan dianjurkan oleh islam, akan tetapi sekarang tangan-tangan materialis telah mengubahnya menjadi sesuatu yang kurang baik sehingga masyarakat sebisa mungkin tidak melakukan pernikahan di usia muda. Kaum materialis memunculkan opini bahwa semua yang berhubungan dengan perkawinan sangat butuh dengan harta yang melimpah sehingga pasca perkawinan akan kedua mempelai akan memperoleh kebahagiaan karena mereka mempunyai harta yang melimpah. Mereka juga memunculkan opini bahwa calon yang ideal dan mumpuni untuk membangun suatu bangunan rumah tangga adalah mereka yang memiliki harta, kedudukan, ketampanan dan sebagainya, tanpa itu semua maka masyarakat akan menganggap dia bukanlah seseorang yang siap menikah. Masyarakat sekarang melupakan aspek agama, akhlak,  dan ilmu. Saat anak-anak mereka dilamar oleh seorang yang pintar, berakhlak, memegang agama akan tetapi miskin maka mereka akan menolaknya. Akan tetapi sebaliknya, ketika anak-anak mereka dilamar oleh orang kaya maka spontan para orang tua langsung menerimanya, walaupun orang itu tidak mempunyai akhlak dan dasar agama yang kuat. Maka dari itu diharapkan bagi orang tua untuk mengubah pandangan materialisnya agar tidak selalu mengutamakan harta dan harta. Akhirnya karena anak muda ketika dilarang menikah oleh orang tuanya maka dia akan terseret dalam arus penyimpangan seperti yang kita saksikan di negeri ini.

usia muda adalah masa puncak perkembangan potensi tubuh dan akal, termasuk juga diantaranya kekuatan seksual. Ketika dorongan seksual mulai aktif di usia seperti ini, sebaiknya anak muda menikah diawal usia mudanya, agar mampu menjaga dirinya dan tidak terjatuh kejurang dosa. Sebab, jiwa seseorang senantiasa memerintahkan kepada kejelekan sperti yang tertera dalam surat  Yusuf ayat 53.

Kebutuhan manusia akan penyaluran dorongan seksualnya merupakan kebutuhan biologis yang dirasakan semua orang normal dan sempurna. Kebutuhan itu sama dengan kebutuhan lainnya, seperti makan, minum, dan sebagainya. Saat seseorang lapar maka dia harus memenuhinya dengan makan, begitu juga saat orang mulai muncul dorongan-dorongan seksual maka harus disalurkan dengan jalan yang disetujui syareat.Juga Terkadang pernikahan menjadi wajib bagi seseorang, yaitu saat  orang itu tidak mampu menahan hasrat seksual dan tak mampu menahan diri dari dosa ketika tidak menikah. Pada waktu seperti ini dia wajib menikah ( menurut sayyid ali sistani).

Seseorang yang menikah muda atas dasar menyelamatkan dirinya dari kubangan dosa seperti adalah orang yang pemberani dan berprinsip. Karena itu ketika dia merasakan dorongan seksual dan dan menyaksikan godaan yang bertubi-tubi dihadapannya, serta tidak tahu harus kemana menuju, menoleh, dan berjalan, maka sebagai orang yang berkomitmen dan berprinsip dia sadar bahwa kestabilan dirinya sedang mengalami bahaya akan terguncang atau bahkan tumbang. Dari satu sisi, jiwanya terus menggoda dan merayunya, disisi lain dia semakin lemah dihadapannya, labil dan akan terjatuh. Dalam situasi yang kian menekan, meresahkan, menggoda, memprovokasi, dan menyulitkan semacam ini. Dia memberanikan diri mengungkapkan hasratnya untuk menikah agar dapat meraih setengah agamanya dan sebagai perwujudan dari sabda Rasul SAWW, “Barang siapa menikah, telah mendapatkan setengah dari agamanya, maka bertakwalah kepada Allah dari setengah yang lain.”

Imam Bagir as: “tiada bangunan yang lebih dicintai Allah melebihi bangunan cinta.” Rasul pun bersabda : “menikahlah dan nikahkanlah.”

Imam Ali as: “ menikahlah karena itu adalah  sunnah rasul, sesungguhnya beliau bersabda: “barangsiapa ingin mengikuti sunnahku, maka sunnahku adalah pernikahan.”

Abu Abdillah as: “ salah satu etika para nabi adlah pernikahan.” “dua rakaat shalat yang dilakukan orang yang sudah menikah, lebih utama dari 70 rakaat shalat yang dilakukan orang bujangan.”

Imam Musa as: “ di hari kiamat kelak ada tiga orang yang berteduh dibawah naungan arsy Allah SWT, dihari yang tiada naungan kecuali naungan-NYA. Ketiga orang itu adalah lelaki yang menikahkan saudara muslimnya, atau membantunya, atau menjaga rahasianya.”

Rasulullah SAWW: “salah satu berkah anak perempuan adalah segera menikahkannya,”

Akan tetapi masalahnya tugas-tugas pernikahan sangatlah berat. Dari mana anak muda memperoleh semua uang untuk menikah disaat yang sama ia selalu ingin menikah?

Islam mengajak kita untuk meringankan pengeluaran dan mengurangi beban untuk menikah. Karena jika menunggu penghasilan yang standar maka bisa didapat pada umur 30 tahun keatas.  Disini ada beberapa solusi masalah finansial (keuangan).

  1. Masalah finansial dapat diatasi dengan bantuan keluarga dan orang tua. Anak yang baru menikah dibantu secara finansial sampai mereka bisa mandiri.
  2. Masyarakat diharapkan bisa membantu para pemuda yang ingin menikah dengan membuat lembaga yang akan memberikan modal atau bantuan finansial yang akhirnya akan bisa memperbaiki kondisi pemuda yang bobrok.
  3. Menikah tanpa beban finansial, dengan kata lain bahwa akad nikah dilakukan dan upacara pernikahan ditunda sampai keduanya benar-benar siap. Sehingga kedua mempelai masih bisa meneruskan study belajarnya dan sementara mereka berdua tinggal bersama orang tua masing-masing .
  4. Solusi terakhir adalah bagaimana caranya agar dapat hidup secara sederhana dan bertahap untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik.

Bagaimana dengan mahar yang besar yang sering dikeluhkan seseorang?

Mustahab (sunnah) hukumnya menyedikitkan mahar dan makruh memperbesarnya.

Rasulullah Saww: “ wanita paling utama diantara ummatku adalah berwajah paling ceria dan bermahar paling sedikit.”

Masalah modal material yang tak terjamin untuk membangun bahtera rumah tangga setelah pernikahan. Minimal kita katakan ada ada rasa takut terhadap kebutuhan-kebutuhan yang akan muncul setelah pernikahan, takut miskin dan tidak mempunyai apa-apa untuk menghidupi keluarga.

Nikahkanlah laki-laki dan perempuan dari kalian yang masih sendirian, begitu pula budak laki-laki dan budak perempuan kalian yang shaleh, jika mereka faqir maka allah akan mengayakan mereka dari anugerah-Nya, Allah Mahaluas dan Mahatahu (QS. An-Nur 32)

imam Ja’far menjelaskan “ barangsiapa meninggalkan pernikahan karena takut miskin pada dasarnya telah berburuk sangka kepada allah. Allah berfirman jika mereka faqir maka allah akan mengayakan mereka dari anugerahnya.

Rasulullah Saww: “ apabila seseorang yang kalian rela terhadap akhlak dan agamanya datang pada kalian (untk melamar) anak kalian, kawinkahlah dia, dan jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar dimuka bumi ini.”

Ketika kita menengok pendapat dari agama selain islam maka kita juga akan menemui anjuran untuk menikah pada usia muda. Konsultan sekaligus pendeta Stanley head juga menganjurkan nikah usia muda dan menurutnya masalah finansial bisa diatasi atas bantuan orang tua kedua belah pihak. “ pernikahan pada usia muda sangatlah produktif dan ideal jika ada kerja sama dari orang tua kedua belah pihak.” kata stanley. Dia melanjutkan dengan berpendapat bahwa “usia muda lebih fleksibel, awalnya memang sulit, jatuh bangun, tapi dengan bantuan orang tua kedua belah pihak persoalan bisa teratasi.” Dia juga mengatakan bahwa menikah di masa tua ibarat besi yang sulit dibengkokkan karena karakter telah terbentuk. Akan tetapi pada usia muda masih muda dibentuk dan diarahkan menjadi keluarga harmonis dan bahagia.

Lalu bagaimana masalah pendidikan yang belum tuntas?

Jika dihitung-hitung, maka untuk menyelesaikan pendidikan butuh waktu sekitar 18 tahun dan kira-kira umur 25 baru lulus dan jika mau lebih tinggi maka bisa sampai 30 tahun baru lulus. Belum lagi mencari penghasilan yang standar, maka akan menunggu lagi beberapa tahun. Sesungguhnya pendidikan yang belum selesai tidak bisa menjadi alasan yang kuat untuk tidak menikah karena kenyataannya banyak dari mereka yang telah selesai masa studinya tetapi masih membujang. Apa salahnya ketika orang kuliah sekaligus berkeluarga? Kuliah sambil berkeluarga memberikan beberapa manfaat yang besar, contohnya: mempunyai pasangan resmi sambil kuliah akan mewujudkan ketenangan dalam jiwa pada diri remaja, membangun masa depan dengan penuh harapan, dan menyingkirkan mereka dari rasa takut akan masa depan yang suram yang selalu mengusik pikiran remaja yang belum menikah. Dan juga memberikan rasa aman pada mereka dalam menghadapi dekadensi moral sehingga dapat mengarahkan kehidupan secara alami.

Disatu sisi islam menghimbau untuk meringankan tugas-tugas pernikahan, namun disisi lain taklid sosial melarangnya.

Islam menhimbau dikuranginya mahar, sementara tradisi melarangnya.

Islam berkata: menikahlah, jangan takut miskin, tapi kita mengingkarinya.

Islam menetapkan akhlak dan agama sebagai tolak ukur utama dalam menentukan pasangan yang layak, sementara masyarakat menetapkan standar-standar lain yang barangkali terdepan adalah harta, kedudukan, status sosial. Inilah akhir zaman.

lalu apakah kita akan mempertaruhkan keselamatan jiwa, moral dan akhlak kita demi hanya menunggu umur dan pekerjaan yang mapan, yang itu semuanya hal yang relatif?

5 thoughts on “apakah anda ingin selamat? ini solusinya…”

    1. kawin adalah satu dari banyak solusi kita untuk selamat dari segala dekandensi moral,,,, lalu masyarakat sekarang mengaggap bahwa kawin muda adalag hal yang negatif. bagaimana islam akan berkembang jika solusinya dibunuh oleh opini masyarakat jahiliyah pada jaman ini?

  1. Nikah di usia muda, relatif… tidak ada salahnya kalo dia bisa bertanggung jawab… Kalo cuma pingin nikah saja lalu tanggung jawabnya di serahkan sepenuhnya pada orang tuan dan masyarakat maka pernikhan ini jelas akan menjadi beban bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s