Muhammad juga pemuda

1400 tahun yang lalu, jauh di negeri arab sana. Terdapat sebuah kaum yang kelewat batas, kaum yang terkenal akan kebodohan dan kebengisan mereka. Dimana permainan dan hiburan adalah simbol mereka. Kehinaan moral dan dosa serta penyimpangan seksual telah menjadi watak dari para remajanya, bahkan juga para sesepuhnya. Berlanjut hingga pada titik dimana sebagian rumah telah diberikan tanda sebagai rumah bordil yang dipenuhi pelacur untuk pelampiasan keinginan orang-orang yang hina.

Hampir sama halnya dengan keadaan dan lingkungan remaja dimasa sekarang. Dimana remaja dilanda dekadensi moral dan penjualan harga diri dan kemuliaan dengan harga yang sangat murah dan hina. Anak perempuan dijual oleh orang tuanya untuk mencukupi kebutuhan finansial. Anak remaja tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua, sehingga mereka berlaku bak anak ayam yang ditinggal induknya sehingga mereka bingung dan mencari jalan keluar yang berakhir pada perilaku maksiat yang kotor dan busuk.

Akan tetapi nyatanya, pada zaman Rasul SAWW lebih rusak dari zaman sekarang. Dimana anak perempuan bukan lagi dijual, tapi dikubur hidup-hidup. Mungkin di zaman sekarang kita akan menemukan adanya reformasi dan revolusi untuk bangkit melawan segala kezaliman dan kelaliman. Akan tetapi di zaman sebelum Rasul diutus tidak ada gerakan yang tercatat dalam sejarah yang berusaha bangkit dari keterpurukan moral dan akhlak. Zaman ini masih lebih baik dari kebobrokan zaman sebelum pengutusan rasul.

Ø Muhammad Remaja

Muhammad muda telah tumbuh sebagai pemuda tampan dengan kesempurnaan fisik dan mental yang sangat sempurna. Masa muda beliau banyak dihabiskan dibawah asuhan paman tercinta Abu thalib. Meskipun Abu thalib termasuk tokoh yang dihormati di suku quraisy, hartanya tidak mencukupi kebutuhan dan tuntutan hidup yang sangat besar, sehingga Muhammad SAWW saat telah mencapai masa remajanya ingin bekerja untuk membantu meringankan beban pamannya.

Allah SWT telah meng-ilhamkan kepada Rasul SAWW agar memilih untuk menggembala domba sebagai pekerjaannya.  Hari demi hari dimasa remajanya beliau lalui dengan menggembala domba untuk persiapan hari yang akan datang saat beliau akan “menggembala manusia”.

Menggembala domba memberikan pengaruh positif yang sangat besar dalam diri Rasul. Dengan menggembala domba, beliau terbebaskan dari keramaian, kefasikan dan perdebatan penduduk kota mekah serta terhindar dari perilaku mereka yang tenggelam dalam syahwat dunia. Dari sisi lain, dengan pekerjaan ini beliau dapat memanfaatkan kesempatan untuk berfikir tepat dan merenungkan fenomena alam bebas yang menjadi bagian dari kehidupan beliau di padang pasir. Jelas pekerjaan ini memberikan banyak manfaat dan pengaruh yang besar dalam menghadapi masa depan yang sukses.

Ø Muhammad Bukan Pemuda Biasa

Masa muda adalah masa emas dan disisi lain juga masa kritis yang menentukan “hidup dan mati” seseorang. Masa ini identik dengan bersenang-senang dan berfoya-foya. Masa ini juga identik dengan muncul dan bangkitnya potensi dan berbagai gejolak yang menggebu-gebu.

Muhammad muda menjalani masa mudanya tidak seperti anak-anak muda lainnya. Anak-anak muda pada zaman itu, hidupnya dipenuhi dengan bersenang-senang dan berfoya-foya, sedangkan beliau membuang masa bermainnya untuk membantu pamannya bekerja  dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dan juga beliau menghabiskan masa mudanya dalam hal yang bermanfaat tanpa pernah sekalipun melakukan perbuatan buruk yang umumnya dilakukan oleh pemuda zaman itu. Beliau terhindar dan bersih dari segala dosa dan kesalahan yang kerap menjadikan pemuda jatuh kelembah dosa. Padahal, beliau hidup di zaman jahiliyah yang tak ada aturan didalamnya, sehingga pastinya godaan yang besar telah melanda pemuda zaman itu tak terkecuali Muhammad SAWW. Akan tetapi, Muhammad bukan pemuda biasa, beliau tidak pernah tergoda oleh godaan-godaan pada masa-masa jahiliyah saat itu. Walaupun beliau tidak menikah hingga berusia 25 tahun, beliau tidak pernah terpengaruh dengan lingkungan disekitarnya. Baik kawan maupun lawan mengakui dan memberikan kesaksian bahwa Muhammad muda adalah seorang manusia sempurna dan berakhlak mulia tanpa cacat sedikitpun.

Muhammad namanya. Beliau memberikan teladan dalam setiap gerak-geriknya. Masa muda beliau memberikan suatu pelajaran bagi kita bahwa bukan alasan bagi pemuda zaman sekarang untuk melakukan maksiat atas dasar godaan yang besar pada zaman ini, baik dari faktor lingkungan atau faktor-faktor lainnya. Zaman Rasul SAWW lebih berat godaannya dari pada zaman sekarang, dan itupun masih ada orang-orang yang mampu menjaga dirinya dari segala macam dosa dan kenistaan. Mengapa kita tidak bisa? Padahal kita punya Al-qur’an, Rasul, dan Ahlulbaitnya yang menjadi teladan bagi kita dalam bertindak dan memberikan solusi bagi semua masalah yang kita miliki. Kita sebagai pemuda yang mengaku pecinta beliau sudah selayaknya menjadikan beliau teladan bagi kehidupan masa muda kita. Demi memberikan solusi terhadap segala masalah yang kita hadapi, Allah SWT telah mengutus nabi Muhammad SAWW dengan Al-qur’an dan segala hukum yang mengajak manusia untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhannya dengan jalan yang direstui syareat. Lalu apa lagi alasan bagi pemuda untuk berbuat maksiat?

Ø Pemrakarsa “organisasi” Hilful Fudhul

Pemuda yang satu ini memang lain dari pada yang lain. Sejak kecilnya ia telah memberikan banyak berkah bagi yang dekat dengannya. Halimah seorang wanita yang menyusuinya diwaktu bayi pernah bertutur: “Ketika mengambil Rasulullah SAWW, kami mendapatkan kebaikan dan tambahan (pendapatan) dalam kehidupan kami dan peralatan rumah tangga kami semakin lengkap, sehingga kami menjadi berkecukupan setelah mengalami masa kekeringan dan kesulitan.” Dimana Muhammad berada disitu ada keberkahan dan kebaikan. Putri beliau adalah wanita terbaik, menantu beliau adalah menantu terbaik, cucu beliau adalah cucu terbaik, bahkan ummat beliau adalah ummat yang terbaik sehingga nabi Musa pun ingin untuk menjadi ummat Muhammad.

Dari semua kebaikan yang selalu mendampingi beliau dimana ia berada. Ada suatu kejadian pada masa muda beliau berupa “revolusi” yang sangat berani dari beberapa gelintir pemuda. Disaat kelompok-kelompok arab sedang sibuk dengan urusannya masing-masing, peperangan dan pertumpahan darah tak pernah usai, hak-hak manusia terbengkalai, kewajiban seakan tak pernah ada, yang lemah ditindas, yang kuat menindas tanpa ada yang memprotes dengan cara apapun, tak ada pengadilan, setiap suku menetapkan aturannya semau mereka. Jika ada yang teraniaya tak seorang pun yang berani angkat bicara untuk menolongnya. Disaat keadaan sedang carut marut seperti ini muncullah ide dari beberapa pemuda untuk membangun semacam “organisasi” yang dikenal dengan nama Hilful Fudhul. Organisasi ini dibuka dengan berkumpulnya beberapa pemuda termasuk didalamnya nabi Muhammad SAWW di sekitar Ka’bah dan bersumpah bahwa mereka tidak akan pernah melupakan tanggung jawab mereka untuk menolong setiap orang yang tertindas dan menjamin bahwa orang yang teraniaya akan memperoleh hak-haknya, pada riwayat lain disebutkan bahwa mereka berkumpul dirumah badullah bin jad’an dan membenamkan tangan mereka di air Zam-zam seraya bersumpah untuk menolong orang yang tertindas baik dari penduduk Mekkah atau dari luar Mekkah.

Yang menarik dan sangat indah dalam peristiwa diatas adalah gagasan menegakkan keadilan kepada siapapun muncul dari Muhammad SAWW saat tak seorang pun yang memikirkan Hak Asasi Manusia. Beliau bersabda: “Bagian terbaik dari masa laluku adalah saat aku terjun dalam aktifitas organisasi Hilful Fudhul. Pengabdian itu memberiku banyak kehormatan dan kemuliaan. Aku tak akan pernah mengingkarinya perjanjian itu, sekalipun aku ditawari 100 ekor onta merah.

Lagi-lagi Muhammad muda memberikan teladan yang sangat indah bagi pemuda. Beliau secara tidak langsung mengajak seluruh pemuda untuk bangkit melawan kedholiman saat tidak ada lagi yang mau untuk bangkit. Tak perlu lagi untuk menunggu perintah dari orang-orang tua, dan organisasi yang dibuat oleh para pemuda muslim dengan tujuan dan sistem yang baik akan memberikan suatu hasil yang sangat besar melebihi hasil dari yang dilakukan oleh orang tua karena segala potensi dimiliki oleh masa muda dan ketika potensi itu dimaksimalkan akan memberikan hasil yang luar biasa. Nabi juga mencontohkan pentingnya organisasi “positif” bagi para pemuda untuk selalu berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Beliau pun sebagai pemuda member teladan bagi para pemuda bahwa pemuda boleh mskin harta, akan tetapi jiwanya harus kaya sehingga pantang menyerah dan mengeluh. Pemuda perintis dan pelopor pergerakan yang berhasil adalah mereka yang bermental baja. Kekuatan moral dan spiritual sebuah gerakan adalah modal utama dan pertama, sehingga rasul pun yang tak memiliki harta sedikitpun bisa bangkit dengan modal moral dan spiritual dimasa mudanya.

Ø Muhammad senantiasa pemuda

Sejak dilahirkan hingga dikuburkan, Muhammad adalah seorang pemuda. Dalam definisi pemuda didalam Al-Qur’an menujukkan bahwa beliau senantiasa seorang pemuda dalam kehidupannya.

Suatu hari Sulaiman bin Ja’far pernah berkata: Imam Ja’far bin Muhammad berkata kepadaku, “wahai sulaiman, siapakah pemuda itu?” kemudian aku menjawab: “pemuda bagi kami adalah orang yang masih muda.” Lalu beliau berkata kepadaku: “seperti yang kau tau bahwa ashabul kahfi semuanya adalah orang-orang tua akan tetapi Allah menamai mereka sebagai pemuda karena keimanan mereka. Wahai sulaiman, barangsiapa beriman kepada Allah dan bertakwa maka dialah pemuda.” Di waktu lain imam Ja’far Shodiq pun pernah berkata: “ pemuda adalah seorang  mukmin.” Maka inilah definisi terbaik untuk kata pemuda, kata-kata mana lagi yang lebih indah dan benar dari Al-qur’an dan kalam suci rasul dan ahlulbaitnya.

Ketika kita menelaah definisi pemuda didalam Al-Qur’an, kita akan menemukan seseorang yang senantiasa sebagi seorang pemuda dalam hidupnya. Apakah dia masih kecil, dewasa, bahkan tua, ia masih disebut pemuda oleh Al-Qur’an. Dialah Muhammad, yang sejak lahirnya sudah beriman kepada Allah, dimanapun dan kapanpun tidak pernah terlepas darinya baju keimanannya kepada Allah. Dialah pemuda yang hakiki, pemuda yang disahkan oleh Allah melalui Firman-Nya. Tiada pemuda seperti beliau kapanpun dimanapun.

2 thoughts on “Muhammad juga pemuda”

    1. kbanyakan dri prdebtan itu krn beda definisi artar orng yg berdbt,jdi lht dulu anda mndfinisikan “muda”apa?
      klau anda stuju dgn definisi AS-SHODIQ, ya sudah knp masih ragu.kalau anda g stuju,ya sdh g prlu ddbatkan krn defini kita dgn anda beda..!!sukran..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s