berteman atau musuh

Kita kadang merasa bangga akan banyaknya teman,bahkan  kita tidak pernah puas dalam mencari dan mengoleksi teman, padahal dengan banyaknya teman, kita akan sering tersakiti. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena diwaktu kita berteman, pastilah akan terjadi banyak perbedaan pendapat atau kesalah pahaman diantara kita, yang dengan itu kita akan tersakiti, dan pertemanan kita tidak akan berjalan lama. Saya akan membuktikan perkataan saya ini dengan hadis dari IMAM ALI AS

اياك و كثرة الأخوان فإنه لايؤذيك الا من يعرفك  

ARTINYA

“ Berhati-hatila engkau dari banyaknya kawan, karena sesungguhnya hanya orang yang mengenalmu yang bias menyakitimu”

Dan terlepas dari itu semua, yang paling menakutkan dalam pertemenan adalah kemauan kita untuk ikut apa-apa yang teman kita perbuat,bahkan kadang-kadang kita secara tidak sengaja menjadi budak teman kita yang dengan itu . dia dengan mudah memerintah kita, rasul pernah bersabda

المرء على دين خليله قرينه

ARTINYA

“agama seseorang bergantung pada temannya”

Waaaa…!!! Ini perkataan rasul yang sunggu extreme, bagaimana mungkin agama seseorang bergantung pada temannya. Tapi kalau dilihat-lihat emang bener perkataan ini, coba antum bayangkan sekarang kebanyakan pemuda jaman sekarang lebih mementingkan sohibnya ketimbang kedua orang tuanya. “anakku..!! tolong belikan gula didepan..!!” “ iya bentar..!! lagi ada teman ni bu, kan g enak kalau ditinggal bu” itu yang sering dikatakan oleh pemuda jaman sekarang kepada ibunya

Wal hasil, kebanyakan factor, “kenapa kita bisa jadi begini atau begitu” adalah dari kesalahan atau kebenaran kita dalam mencari teman. Jika kita benar, maka ikut benarlah kita, dan juga sebaliknya juga, kalau salah, maka ikut salahlah kita bersama mereka.

Dan setelah kita mengetahui dampak dari pertemenan, kita harus tahu bagaimana cara memilih teman yang baik.

Pertama

صديقك من نها ك وعدوك من أغراك

temanmu adalah yang melarangmu dari kemaksiatan,sedangkan musuhmu adalah yang membujukmu untuk mengerjakan kemaksiatan

خير إخوانك من آسك وجير منه من كفاك

sebaik-baiknya temanmu adalah yang membantumu dan yang lebih baik dariya adalah yang mencukupimu

dan yang pasti kita harus berteman kepada mereka yang bertaqwa, memamng sulit mendapatkan yang demikian, akan tetapi setidaknya carilah yang mendekati karakter tersebut. Setelah anda tahu apa dampak dan cara memilih teman, bersegeralah anda melaksanakan misi ini. Dan jangan lupa semua apa pun secara MUTLAK tidak akan berhasil, tanpa kalian berpegang teguh pada AHLUL BAIT

6 thoughts on “berteman atau musuh”

  1. Memang berat kalau fondasi agama kita belum kokoh…
    Menurut saya, sebelum kita memperbanyak teman, kita harus membangun fondasi agama yang kuat dahulu… sehingga kita tidak terpengaruh akibat buruk dari teman2 kita.Sebaliknya kita dapat menyebarkan kebaikan pada mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s