rasul dipuji, rasul dihina

Shafar hampir berlalu dan datanglah bulan kegembiraan bagi pecinta Rasulullah SAW yang didalamnya lahir sesosok manusia agung yaitu baginda Rasulullah SAWW. Saat kita mendengar kata Muhammad SAWW, kita akan menemukan nama itu dipenuhi dengan kesucian, kebaikan, keagungan yang sangat luar biasa yang tidak dimiliki oleh manusia lain. Para nabi-nabi terdahulu tidak akan memiliki kemuliaan jika mereka tidak dekat dengan Baginda Rasulullah SAWW. Rasulullah sudah menjadi sumber barokah  sebelum terlahir di alam ini, saat hidup dialam ini, maupun setelah meninggalkan alam ini. Beliau selalu menjadi perantara antara hamba dan tuhannya. Tanpa melalui Abul Qosim, maka manusia tersebut tidak akan bisa menuju Allah SWT.  Beliau adalah satu-satunya pintu untuk mendekat kepada allah. Yang karena beliaulah allah menciptakan alam ini.

Sungguh…. Tidak ada sekecil apapun kekurangan yang Rasul miliki. Tidak ada satu langkah pun yang beliau salah dalam melangkah. Sejak dilahirkan beliau tak tersentuh dosa apapun, bahkan beliau sejak kecil sudah terlihat perbedaan beliau dengan anak-anak lain. Akan tetapi sayangnya banyak diantara kaum muslimin yang mengatakan bahwa nabi adalah manusia biasa, bedanya hanya pada penerimaan wahyu semata. Mereka juga berpendapat bahwa beliau hanya terjaga dari kesalahan saat beliau menerima dan menyampaikan wahyu, selebihnya beliau bisa saja melakuan kesalahan. Apakah mereka tidak sadar siapa yang mereka bicarakan? Beliau adalah manusia sempurna yang bedanya jauh sekali dengan manusia lain. Sama halnya ketika kita mengatakanbahwa manusia sama dengan kera, bedanya hanya pada akal yang dimiliki manusia. Memang manusia dan hewan sama, akan tetapi perbedaannya sangatlah jauh. Seperti inilah perbedaan Rasulullah SAWW dengan manusia biasa seperti kita.

Kaum muslimin akan mengetahui Rasulullah sebatas yang telah mereka telaah, ketika mereka mendapat riwayat bahwa rasul tidak terlepas total dari kesalahan maka dia akan mengenal rasul sebatas itu. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk mengenal rasul dengan informasi yang benar. Riwayat-riwayat yang mengurangi keagungan beliau berasal dari orang-orang munafiq yang masuk islam secara terpaksa. Suatu hari, seorang penulis kalam Rasul yang bernama Abdullah bin Amr bin Ash didatangi beberapa orang muslim. Mereka mengatakan untuk apa dia menulis apa-apa yang dikatakan Muhammad, Muhammad adalah manusia biasa seperti mereka yang terkadang baik dan emosi, jadi bisa saja omongannya salah. Lalu Abdullah datang kepada rasul dan menceritakan yang terjadi, Rasul mengatakan: “ tulislah semua yang keluar dari lisanku (sembari menunjuk mulut beliau) karena semua yang keluar dari lisan ini adalah kebenaran.”

Ternyata upaya-upaya untuk meruntuhkan keagungan Rasulullah SAWW dipelopori oleh orang-orang munafik yang terpaksa masuk islam. Karena mereka tidak punya kekuatan untuk melawan Rasul maka mereka merusak islam dari dalam dan menurunkan derajat Rasulullah  dengan riwayat-riwayat palsu yang sangat banyak.

Ketika kita menelusuri hadist-hadist dan riwayat-riwayat maka kita akan menemukan banyak sekali hadist dan riwayat palsu yang bertujuan menjatuhkan keagungan Rasulullah SAWW. Ada satu contoh riwayat yang menyatakan bahwa suatu saat sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, beliau membantu membangun ka’bah dan ketika itu beliau mengangkat batu dipundaknya yang kebetulan pundak beliau tidak tertutup oleh kain. Seseorang menyarankan kepada beliau untuk mengangkat kain yang menutupi aurat beliau untuk diletakkan dipundak agar pundak nabi tidak lecet karena batu yang beliau angkat. Akhirnya beliau pun menuruti saran orang itu dengan mengangkat kain yang menutupi aurat beliau untuk diletakkan di pundak sehingga dalam riwayat ini disebutkan aurat nabi sempat terbuka, akan tetapi beliau jatuh dan sejak itu tidak terlihat lagi beliau telanjang. Riwayat-riwayat palsu seperti ini sangat banyak dan sebagian kaum muslimin mengenal Rasul melalui riwayat palsu seperti ini sehingga mereka menganggap Rasul adalah seperti manusia biasa dan mereka memperlakukan Rasul tanpa penghormatan yang layak karena pengetahuan mereka tentang beliau hanya sebatas itu. Lain halnya dengan muslimin yang mengenal Rasul melalui hadist-hadist shohih yang selalu menyebutkan keagungan rasul yang pada dasarnya memang rasul tidak pernah berlaku buruk, mereka yang mengenal melalui hadist yang shohih akan memeperlakukan Rasul dengan segala hormat dan kecintaan yang mereka miliki karena mereka tahu bahwa Rasul bukanlah manusia biasa seperti kita. Maka ketika kita memeluk agama yang dibawa oleh baginda Rasulullah SAW sudah selayaknya bagi kita untuk mengenal beliau dengan riwayat dan sejarah yang benar, dan sumber yang paling benar untuk mengenal beliau adalah Al-Qur’an dan Ahlulbait. dan jangan pernah kita mau menerima riwayat-riwayat yang secara tidaak langsung menjatuhkan derajat beliau karena semua riwayat yang seperti itu adalah riwayat palsu karangan orang-orang munafiq.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s